Rabu, 18 April 2012

Puisi


_Jauh_

Goresan luka itu semakin mendalam
Tetesan-tetesan nanah hiasi peluhnya jasad
Timbul borok-borok kecil berbau busuk
Bau yang terbuat dari kata-kata kemunafikkan dan harapan kosong
Begitu indahkah hingga semua tak terjamah?
Imajinasi layaknya ilusi basi
Luka, lagi-lagi luka atau aku tak pernah peka??
Denting waktu tangisi dirinya sendiri
Kenapa ia berdiri yang membuatnya dikebiri??
Kenapa ia berada ditempat pemilik gada??
Dan kenapa ia membuat tambak jika membuat dirinya tertembak???
Niatnya mencari rusuk,, yang terjadi kembali tertusuk-tusuk
Aku bagai paku yang selalu kaku walau dihantam jutaan kali palu
Tak jauh seperti pintu,, yang dibuka lalu ditutup rapat dan dibiarkan berkarat
Mengejar sinar yang berpijar buatku tersesat dan terdampar
Jauh,, jauh,, jauh!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar