_
Teriakan Sajak_
Deru angin bertiup temani
langkah-langkah telapak yang kian rusak..
Tangan-tangan halus mereka kapalan
demi hasilkan lembaran rejeki..
Peluhnya jasad tak guna tuk
mengeluh atas pengharapan yang diidamkan..
Butir-butir keringat terasa begitu
hangat saat sang surya mulai berikan senyum yang menyengat..
Tapi, apalah daya tubuh lusuh
mereka..
Jika harus sakit maka harus
bangkit!
Jika harus lelah maka harus
terjamah!!
Namun, jika harus mati maka harus
obati “duka laranya” dengan senyum dari lubuk hati..
Kulit-kulit mengkerut ditelan waktu
tak mampu bersembunyi dalam keramaian..
Ah, lagi-lagi jasad tak sadar dan
peka dalam tumpukan dosa yang selimuti hangatnya tubuh busuk ini..
Begitu semangat jejak-jejak mereka
hanya tuk melihat senyum yang merekah dari tubuh pendosa ini..
“Tanpa meminta mereka memberi”
“Mereka memberi tanpa meminta
kembali”
Tubuh pendosa tetap angkuh seakan
semua impian dalam benaknya mudah direngkuh..
Hinakah yang diperbuatnya??
Benarkah itu bagian dari keluh
kesahnya??
Bola-bola mata mereka mulai rabun,
namun tersembunyi impian dan harapan di balik pelupuk matanya yang nanar agar
tetap tegar dan bersinar..
Sungguh hebat tubuh renta mereka,
karena sanggup mengemban beban dari para pemilik tubuh pendosa yang berbau
busuk layaknya ceceran bangkai....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar